Sabtu, 22 September 2012

Rossi Terus Kembangkan Ducati


AFP/GABRIEL BOUYS

KOMPAS.com 
- Tak lebih dari dua bulan lagi, Valentino Rossi akan segera meninggalkan Ducati untuk kembali bergabung dengan Yamaha. Meskipun demikian, "The Doctor" masih terus bekerja untuk mengembangkan Desmosedici, sehingga lebih kompetitif pada musim 2013.

Rossi ingin meninggalkan kenangan manis bagi tim yang bermarkas di Bologna tersebut. Karena itu, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut tak keberatan untuk tetap memainkan peranan penting dalam pengembangan motor, yang kelak akan menjadi musuhnya.

Akhir pekan lalu di Sirkuit Misano, San Marino, Rossi sukses memberikan harapan baru kepada Ducati, yang memang sangat tidak kompetitif dalam dua musim terakhir. Menggunakan sasis baru dan lengan ayun baru, pebalap Italia ini berhasil mengantarkan Ducati naik podium nomor dua, yang menjadi hasil terbaiknya di lintasan kering sejak bergabung pada 2011.

Sehari berselang, Senin (17/9), Rossi melakukan uji coba lagi di sirkuit yang sama. Kali ini, pebalap berusia 33 tahun tersebut menggunakan sasis baru dengan geometri yang sama, tetapi memiliki kekakuan berbeda. Peraih sembilan gelar juara dunia grand prix ini juga mencoba lengan ayun baru, yang mana dia lebih terkesan dengan perubahan grip dan akselerasi.

Rossi, yang menyelesaikan 53 lap, mengatakan, "Kami mencoba sasis berbeda, yang memiliki kekakuan berbeda. Tetapi jujur, saya tidak terlalu suka. Memang ada beberapa perbaikan di beberapa bagian, tetapi kami juga memiliki sejumlah masalah di bagian lagi."

"Pada akhirnya, bukan perbaikan yang sesungguhnya, sehingga saya tidak berpikir kami akan menggunakannya lagi. Tetapi hal positif adalah, kami mencoba lengan ayun baru yang saya sangat suka, karena memberikanku daya cengkeram yang lebih, begitu pula dengan grip ban belakang saat akselerasi. Ini membantu motor menjadi lebih stabil saat keluar tikungan."

"Jadi dari dua hal itu, satunya bekerja. Saya pikir kami akan mulai menggunakan lengan ayun baru itu di Aragon, sehingga di sana kami akan melihat bagaimana potensi kami di trek yang lain."
Sumber :
MCN
Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo

Rossi Persembahkan Hasil di Misano untuk Simoncelli



MISANO, KOMPAS.com - Valentino Rossi mempersembahkan podium "spesial" di Misano untuk orang yang namanya sekarang jadi nama sirkuit, Marco Simoncelli. Dalam balapan di sirkuit tersebut, Minggu (16/9/2012), Rossi tampil impresif sehingga finis di posisi kedua.
Rossi memang sangat dekat dengan Simoncelli, yang tewas dalam sebuah kecelakaan hebat di GP Malaysia pada 23 Oktober 2011. Sebagai penghormatan atas dirinya, nama pebalap berambut kribo itu diabadikan pada Sirkuit Misano, yang merupakan trek di tanah kelahiran Simoncelli.
Dalam lomba di Misano ini, Rossi tampil memukau karena sejak awal dia langsung melejit ke urutan kedua, meski start dari posisi keenam. Ini adalah hasil terbaik Rossi bersama Ducati dalam balapan di lintasan kering. Hasil ini juga menjadi spesial, karena jadi kado manis perpisahannya dengan Ducati di hadapan publik Italia, sebelum bergabung dengan Yamaha pada musim depan.
"Posisi kedua terasa spesial karena disaksikan banyak penonton," ujar Rossi. "Pertama karena di sini, di Misano, sangat dekat dengan kotaku, balapan di rumahku. Kedua karena sirkuit ini bernama Marco, sehingga saya ingin memberikan hasil ini kepadanya. Saya pikir dia telah membantuku."
Untuk balapan di San Marino ini, Ducati memberikan Rossi sasis baru dan lengan ayun baru. Hasilnya, Rossi berhasil menjadi runner-up, di belakang pebalap Yamaha yang kini makin kokoh di puncak klasemen, Jorge Lorenzo. Rossi pun memuji usaha Ducati, walaupun dia sempat khawatir dengan kemampuan untuk mempertahankan kecepatan.
"Ini sebuah hasil penting bagiku, bagi tim, dan semua orang yang bekerja untukku dan yang tidak pernah menyerah menghadapi momen sulit, serta bagi Ducati," tambah juara dunia tujuh kali MotoGP ini. "Orang-orang di Bologna sudah bekerja keras untuk proyek ini dan sekarang kami sampai kepada balapan yang hebat untuk meraih podium. Terima kasih kepada semua orang atas hasil yang hebat ini."
Sumber :
Editor :
A. Wisnubrata